Diberdayakan oleh Blogger.
function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } }
RSS

KAPSUL

 Image result for sediaan kapsul
1. Pengertian Kapsul
Kapsul dapat didefinisikan sebagai bentuk kesediaan padat, dimana satu bahan macam obat atau lebih dan / atau bahan inert lainnya yang dimasukan kedalam cangkang atau wadah kecil umumnya dibuat dari gelatin yang sesuai. Tergantung pada formulasinya kapsul dri gelatin bisa lunak dan bisa juga keras. Kebanyakan kapsul-kapsul yang sudah diedarkan dipasaran adalah kapsul yang semuanya dapat ditelan oleh pasien, untuk keuntungan dalam pengobatan. Begitu pula, kapsul dapat dibuat untuk disisipkan kedalam rektum sehingga obat dilepaskan dan diabsorpsi ditempat tersebut, atau isi kapsul dapat dipindahkan dari cangkang gelatin dan digunakan sebagai pengukur yang dini dari obat-obat bentuk serbuk Sedikitinya satu kapsul yang diperdagangkan, Theo-Dur Sprinkle ( Key Pharmacheutikal) yang dianjurkan dipakai dalam hal-hal sebagaia berikut, untuk anak-anak atau pasien lain yang tidak dapat menelan tablet atau kapsul. Dianjurkan agar isi kapsul, teofilin anhidrat dalam bentuk sustained release, ditaburkan diatas sedikit makanan lunak segera sebelum ditelan.
Kapsul, dari bahasa Latin, capsula, “kotak kecil” memiliki banyak arti dalam bidang farmasi, kapsul adalah tabung kecil, dari zat yang mudah larut di air (semacam agar-agar) yang mengandung serbuk obat. Serbuk obat biasa dimasukkan kapsul karena lebih mudah ditelan dan menghindari rasa pahit. Awalnya obat dibuat dari tumbuhan keras, misalnya akar. Kulit kayu, dan kayu yang diberikan dalam bentuk kapsul. Setelah dikenal obat sintetik, kapsul lalu digunakan untuk pemberian obat yang tidak larut, misalnya : kalomel, garam bismuth, merkuri dan kapur.
Sediaan kapsul bisa digunakan untuk pemakaian dalam (secara oral, melalui hidung, melalui rongga tubuh) dan pemakaian Luar (ditaburkan dibagian luar tubuh). Kapsul bisa ditambahkan bahan bioadesif sehingga bisa melekat dan member efek dalam waktu lama.
2. Pengertian Umum
Sediaan kapsul merupakan partikel zat padat yang mempunyai ukuran 0,1- 10.000 μ. Dalam ilmu farmasi, sediaan kapsul dapat diartikan sebagai campuran homogen dua atau lebih bahan obat yang telah dihaluskan. Menurut farmakope Indonesia Edisi IV, sediaan kapsul adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan, yang ditujukan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar. Menurut FI edisi III kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus cangkang kapsulKeras dan lunak
3. Keuntungan kapsul :
• Menutupi bau dan rasa yang tidak enak.
• Menghindari kontak langsung dengan udara dan sinar matahari.
• Lebih enak dipandang.
• Dapat untuk 2 sediaan yang tidak tercampur secara fisis (income fisis), dengan pemisahan antara lain menggunakan kapsul lain yang lebih kecil kemudian dimasukan bersama serbuk lain ke dalam kapsul yang lebih besar.
• Mudah ditelan.

4. Kerugian kapsul :
• Tidak bisa digunakan untuk sedian zat yang mudah menguap.
• Tidak bisa digunakan untuk zat yang higroskopis.
• Tidak bisa untuk zat yang dapat bereaksi dengan cangkang kapsul.
• Tidak bisa digunakan untuk balita.
• Tidak dapat dibagi-bagi.
• Harus lebih hati-hati dalam penyimpanan.
5. Macam-macam kapsul
1. Kapsul cangkang keras ( capsulae durae, hard capsul )
Cara buatnya : Bisa diisi secara manual dan biasanya cangkang kapsul dapat dibeli atau tidak dibuat sendiri. Kapsul ini lebih stabil karena diproduksi dengan tujuan single use.
**Berbahaya bila memasukkan obat dari bahan alam secara keseluruhan dengan ampasnya, sebaiknya diekstraksi dulu.
Contohnya : kapsul tetrasiklin, kapsul kloramfenikol, dan kapsul sianokobalamin.
2. Kapsul cangkang lunak ( capsulae molles, soft capsul ).
Kapsul lunak terdiri 1 bagian, lebih kenyal, lunak. Pembuatan kapsul ini lebih sulit dibandingkan kapsul keras karena pembuatannya harus sekaligus. Digunakan untuk anak-anak yang tidak suka minum obat. Stabilitas kapsul lunak lebih jelek dari pada kapsul keras karena kapsul lunak berbentuk cair.
Contohnya : kapsul minyak ikan dan kapsul vitamin.
6. Komponen kapsul
1. Zat aktif obat.
2. Cangkang kapsul
3. Zat tambahan lain.
a. Bahan pengisi, contohnya adalah Laktosa. Sedangkan untuk obat yang cenderung mencair diberi bahan pengisi magnesium karbonat, kaolin atau magnesium oksida atau silikon oksida.
b. Bahan pelicin ( magnesium stearat ).
c. Surfaktan / zat pemabasah.
KAPSUL KERAS
Terdiri atas wadah (badan kapsul) dan tutup yang ukurannya lebih pendek. Kedua bagian saling menutupi bila dipertemukan.
Bagian tutup harus dapat menyelubungi bagian badan kapsul secara tepat dan rapat sehingga isinya (obat dan bahan tambahan) tidak keluar/tumpah.
Cangkang keras dapat diisi dengan bahan padat, baik itu serbuk atau granul.
Cangkang kapsul biasanya mengandung air sebanyak 10-15% tetapi di literatur lain ada yang menyatakan sekitar 9- 12%
1. Sifat cangkang kapsul keras
Cangkang kapsul keras bila disimpan dalam lingkungan yang kelembabannya tinggi , maka uap air akan diabsorbsi oleh kapsul sehingga kapsul menjadi rusak.
Cangkang kapsul gelatin dapat menyerap air seberat 10 kali berat gelatin.
Bila kapsul disimpan pada lingkungan udara yang sangat kering. Sebagian uap air pada kapsul akan hilang, sehingga kapsul menjadi rapuh serta mungkin remuk jika dipegang.
2. Bahan pembuat cangkang keras
 Bahan utama bisa berupa gelatin, metilselulosa atau pati.
 Bila terbuat dari gelatin, komposisi pembuatnya adalah gelatin, air dan gula.
 Pewarna. Karena komposisi dasar kapsul tidak berasa dan tidak berwarna, maka banyak pabrik menambahkan zat pewarna sebagai variasi pada pembuatan cangkang kapsul.
 Bahan pengawet untuk mencegah timbulnya jamur pada cangkang kapsul.

KAPSUL LUNAK
Merupakan satu kesatuan berbentuk bulat atau silindris, atau bulat telur (globula). Kapsul lunak bisa diisi cairan, suspensi, pasta ataupun serbuk kering. Kandungan air kapsul cangkang lunak sekitar 6-13% Dapat digunakan untuk rute oral, vaginal, rektal dan topikal. Kandungan air kapsul cangkang lunak sekitar 6-13%.
Dapat digunakan untuk rute oral, vaginal, rektal dan topikal.
Selain itu pembuatan kapsul lunak, mengisi bahan obat dan penyegelannya harus dibuat secara berkesinambungan.
1. Bahan pembuat cangkang kapsul lunak
• Bahan utama gelatin.
• Gliserin, alkohol polivalen atau sorbitol sebagai bahan plastisasi.
2. Cara mengemas dan menyimpan kapsul
 Harus disimpan pada tempat atau ruangan dengan kondisi kelembaban tidak boleh terlalu rendah dan tidak terlalu dingin.
 Wadah penyimpanan biasanya botol plastik dan diberi zat pengering.
 Bila dikemas dalam bentuk strip atau blister maka wadah strip atau blister itu harus terbuat dari alumunium foil.
3. Pembuatan sediaan kapsul
Terdiri atas beberapa tahapan
 Pembuatan formulasi serta pemilihan ukuran kapsul.
 Pengisian cangkang kapsul.
 Pembersihan dan pemolesan kapsul yang telah terisi.
 Pengemasan.
4. Ukuran kapsul
Image result for sediaan kapsul
Ukuran cangkang kapsul bervariasi dari nomor paling kecil 5 sampai nomor paling besar 000. Berurutan dari kecil ke besar 5-4-3-2-1-0-00-000. Sebenarnya ada cangkang lebih besar dari 000, tetapi diperuntukkan untuk hewan.
5. Membersihkan dan mengkilapkan kapsul
Pada kapsul yang disiapkan dalam skala kecil maupun besar mungkin ada serbuk dan formulasinya yang berceceran diluar kapsul. Serbuk ini mungkin pahit atau tidak enak rasanya sehingga harus dibersihkan sebelum dikemas dan diedarkan demi penyempurnaan penampilannya dan untuk memelihara mutunya supaya tidak mempunyai rasa lain dalam pemakaiannya.
Pada produksi skala kecil, kapsul ini dapat dibersihkan satu per satu dengan kain kasa atau kain potongan kecil. Pada produksi skala besar umumnya mesin pengisi kapsul digabungkan dengan alat pembersih kapsul yang membersihkan bahan yang berlebih sebelum kapsul itu dilepaskan dari peralatannya. Gambar 6-16 memperlihatkan metode membersihkan dan mengkilapkan kapsul gelatin keras dengan menggunakan alat Accela-ota.
6. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan sediaan kapsul adalah bahan yang dapat merusak cangkang kapsul yaitu antara lain :
1. Mengandung campuran eitecticum (memiliki titik lebur lebih rendah daripada titik lebur semula pada zat yang dicampur) sehingga menyebabkan kapsul rusak atau lembek. Hal ini diatasi dengan menambahkan baha yang inert pada masing-masing bahan, baru kedua bahan dicampurkan.
2. Mengandung zat yang higroskopis. Serbuk yang mudah mencair seperti KI, NaI, NaNO2 akan merusak dinding kapsul sehingga mudah rapuh karena meresap air dari cangkang kapsul. Sehingga penambahan bahan inert dapat menghambat proses ini.
3. Serbuk yang mempunyai bobot jenis ringan atau berbentuk kristal harus digerus terlebih dahulu sebelum dimasukkan dalam kapsul.
4. Bahan cairan kental dalam jumlah sedikit dapat dikeringkan dengan menambahkan bahan inert baru dimasukkan ke dalam kapsul.
5. Untuk minyak lemak dapat langsung dimasukkan dalam kapsul kemudian ditutup tetapi minyak yang mudah menguap harus diencerkan terlebih dahulu dengan minyak lemak sampai kadarnya 40% sebelum dimasukkan ke dalam kapsul agar tidak merusak dinding kapsul.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar